Site icon

Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Kecelakaan Kerja

Pertolongan pertama kecelakaan kerja di area industri, menunjukkan penanganan korban tanpa mengangkat tubuh secara sembarangan dalam golden hour

Kesalahan evakuasi pada 10 menit pertama kecelakaan kerja dapat menyebabkan cedera permanen hingga kematian.

Jangan Asal Angkat! 10 Menit Pertama Penentu Nasib Korban Kecelakaan Kerja

Stop Lakukan 3 Kesalahan “Niat Baik” Ini

Sirine pabrik berbunyi. Teman kerja berteriak histeris. Seseorang terjepit mesin atau jatuh dari ketinggian. Dalam situasi panik seperti ini, naluri manusia pasti ingin segera menolong. Kita ingin segera mengangkat korban, membawanya lari, atau memberinya minum agar tenang.

Tunggu dulu! Tarik napas. Tahukah Anda? Statistik kedokteran trauma menunjukkan bahwa 50% cedera permanen (kelumpuhan/kematian) justru terjadi saat proses evakuasi yang salah oleh orang awam, bukan karena kecelakaan itu sendiri.

Niat baik tanpa ilmu bisa menjadi bencana. Dalam dunia medis, kita mengenal istilah “The Golden Hour”. Apa yang Anda lakukan (atau TIDAK Anda lakukan) di 10 menit pertama akan menentukan apakah rekan Anda bisa pulang bertemu keluarganya atau tidak.

Berikut 3 kesalahan fatal yang sering terjadi di lokasi kerja dan wajib dihentikan sekarang juga:

1. “Minum Dulu Biar Tenang” (Bahaya Aspirasi)

Ini adalah refleks paling umum orang Indonesia. Melihat teman syok atau mengerang kesakitan, kita langsung menyodorkan air putih. FATAL. Saat seseorang kesakitan hebat atau setengah sadar, refleks menelannya terganggu. Air bisa masuk ke paru-paru (Aspirasi), menyebabkan tersedak dan gagal napas. Selain itu, jika korban butuh operasi darurat segera, perut yang berisi air akan menyulitkan pembiusan dan meningkatkan risiko muntah saat operasi.

Tindakan Benar: Jangan beri makan/minum apapun. Basahi saja bibirnya dengan kapas/kain basah jika mengeluh haus.

2. “Ayo Cepet Angkat ke Mobil!” (Bahaya Cedera Leher)

Korban jatuh dari scaffolding atau tertimpa barang berat? Jangan langsung dibopong ramai-ramai seperti karung beras! Kita tidak tahu apakah ada tulang leher atau tulang belakang yang retak. Mengangkat korban dengan posisi punggung melengkung bisa memutus saraf tulang belakang. Akibatnya? Korban yang tadinya hanya patah kaki, bisa jadi lumpuh total seumur hidup.

Tindakan Benar: Jika korban di area aman (tidak ada api/reruntuhan), JANGAN PINDAHKAN. Biarkan dia terbaring datar. Tunggu tim medis atau tandu ( long spine board) datang.

3. Ikat Mati Luka Pendarahan (Bahaya Amputasi)

Melihat darah mengucur deras, banyak yang panik lalu mengikat lengan/kaki korban dengan tali rafia atau kain sekuat tenaga (Tourniquet) jauh di atas luka. Jika ikatan terlalu kencang dan dibiarkan terlalu lama (lebih dari 2 jam), aliran darah ke seluruh tangan/kaki akan mati. Jaringannya membusuk dan dokter terpaksa harus mengamputasinya.

Tindakan Benar: Lakukan Tekan Langsung (Direct Pressure). Ambil kain bersih tebal, tekan tepat di atas sumber pendarahan sekuat tenaga sampai pendarahan berhenti. Ini jauh lebih aman menyelamatkan nyawa dan anggota tubuh.

Tahu Kapan Harus Panggil Bantuan

Kecelakaan kerja bukan tontonan, setiap detik berharga. Selain melakukan pertolongan pertama yang benar, tugas utama Anda adalah memastikan korban segera sampai ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Baca Juga: ISPA Saat Musim Hujan. Kenapa Kasusnya Meningkat?

Bukan sekadar klinik 24 jam biasa, tapi Rumah Sakit yang memiliki Trauma Center dan tim bedah yang siap siaga (standby) untuk kasus gawat darurat industri. Di kawasan Gunung Putri dan sekitarnya, RS Permata Gunung Putri telah menjadi mitra strategis bagi banyak perusahaan dalam menangani kasus kecelakaan kerja (Work-Related Accident).

Tim IGD kami terlatih untuk melakukan Triase cepat memilah dan menstabilkan kondisi kritis dalam hitungan menit. Karena bagi korban kecelakaan kerja, waktu adalah nyawa. Simpan nomor darurat kami, karena keselamatan kerja dimulai dari pengetahuan, bukan kepanikan.

Exit mobile version