Site icon

Bunda Sering Nangis Tiba-tiba? Cek Bedanya Baby Blues vs “Cuma Capek” Biasa di Sini!

Ibu mengalami baby blues setelah melahirkan dan merasa sedih tanpa sebab

Perubahan hormon setelah melahirkan dapat memicu baby blues pada ibu baru

Momen menjadi ibu baru sering kali digambarkan penuh dengan bedak bayi yang wangi dan senyuman manis. Tapi realitanya? Sering kali isinya adalah rambut lepek, mata panda, dan perasaan ingin menangis yang entah datang dari mana.

Saat Bunda curhat, mungkin ada yang bilang, “Ah, itu biasa, namanya juga kurang tidur.”

Tapi hati-hati, Bun. Menyamakan Baby Blues dengan rasa lelah biasa (burnout) bisa berakibat fatal. Sering kali ibu merasa bersalah karena merasa “tidak bahagia”, padahal tubuhnya sedang mengalami gejolak hormon yang hebat.

Yuk, kita bedah perbedaannya agar Bunda (dan Ayah!) bisa lebih peka.

1. Capek Biasa: Obatnya Adalah Bantal

Kelelahan fisik alias capek biasa itu pemicunya jelas: kurang tidur dan aktivitas fisik menggendong bayi 24 jam.

2. Baby Blues: Obatnya Adalah “Validasi”

Baby Blues itu “musuhnya” ada di dalam, yaitu hormon. Setelah melahirkan, hormon kebahagiaan turun drastis, membuat mood berantakan.

Ingat Rumus “2 Minggu”

Kabar baiknya, Baby Blues biasanya adalah fase sementara. Umumnya, “mendung” ini akan hilang sendiri dalam waktu 2 minggu setelah melahirkan seiring hormon yang stabil.

Namun, jika perasaan sedih, hampa, atau benci pada diri sendiri berlanjut lebih dari 2 minggu bahkan sampai Bunda enggan mengurus si Kecil ini lampu kuning. Bisa jadi ini tanda Depresi Pasca Melahirkan (Postpartum Depression).

Baca Juga: Peran Keluarga dalam Menjaga Kesehatan Jangka Panjang

Bunda Tidak Sendirian

Mengakui kalau kita sedang tidak baik-baik saja itu bukan aib, kok. Itu justru tanda Bunda ibu yang hebat karena peduli pada kesehatan mental diri sendiri demi si Kecil.

Jika Bunda merasakan gejala yang mengarah ke Baby Blues berat atau tak kunjung membaik, RS Permata Gunung Putri siap mendampingi. Jangan ragu konsultasi dengan tim dokter kami. Ingat, happy mom, happy baby. Yuk, saling jaga!

Exit mobile version