Lansia Lemas Terus Bisa Jadi Frailty Syndrome
Pernahkah Anda melihat orang tua yang dulu gesit, tiba-tiba jadi malas bergerak, lebih suka tiduran, dan langkah kakinya makin pelan? Keluarga sering berkomentar: “Mungkin lagi capek aja,” atau “Namanya juga udah tua.”
Stop pemakluman ini! Dalam dunia kedokteran lansia, lemas yang persisten (menetap) adalah gejala awal dari Frailty Syndrome atau Sindrom Kerentaan. Ini adalah kondisi di mana cadangan fisiologis tubuh sudah sangat tipis. Ibarat HP, baterainya sudah bocor (drop). Jika kena sakit sedikit saja (seperti flu), mereka bisa langsung collapse atau jatuh sakit parah.
Lemas pada lansia bukanlah nasib. Itu adalah Sinyal Medis bahwa ada organ vital yang gagal mengirim energi. Jangan hanya dikasih vitamin atau pijat, Anda harus mencari “pencuri” energinya.
3 Penyebab Utama Lansia Lemas yang Sering Terlewat
RS Permata Gunung Putri menemukan 3 penyebab utama lansia lemas yang sering luput, dan kami punya dokter spesialis khusus untuk menangani masing-masing penyebabnya:
1. Darah yang “Lelah” (Anemia pada Lansia)
Lansia sering mengalami penurunan fungsi sumsum tulang atau kekurangan nutrisi mikro yang tak terlihat. Wajah pucat dan napas pendek adalah tandanya. Anemia pada lansia meningkatkan risiko jatuh dan pikun.
Konsultasikan ke Dr. dr. Anggraini Iriani, Sp.PK, Subsp. HK(K). Beliau adalah Konsultan Hematologi Klinis (Ahli Darah). Beliau akan menganalisis apakah lemasnya murni kurang darah atau ada kelainan produksi darah yang lebih serius. Penanganan di tangan Konsultan tentu lebih akurat dibanding dokter umum biasa.
2. Ginjal yang “Kewalahan” (Penumpukan Racun)
Lemas, mual, dan kulit gatal sering kali bukan sakit maag atau kulit, tapi tanda ginjal gagal menyaring racun (ureum). Racun yang menumpuk di darah bikin tubuh lemas luar biasa.
Periksakan ke dr. Tessa Oktaramdani, Sp.PD, K-GH, FINASIM. Sebagai Konsultan Ginjal Hipertensi, beliau ahli dalam mendeteksi penurunan fungsi ginjal dini dan mengatur strategi (obat/diet) untuk mencegah cuci darah, sekaligus mengontrol tensi agar lansia tetap bugar.
3. Kekacauan Obat & Metabolisme (Geriatric Giants)
Lansia minum 5 obat berbeda? Salah satu efek sampingnya pasti lemas/mengantuk. Atau mungkin ada infeksi tersembunyi yang tidak bikin demam tapi bikin lemas (atypical symptom).
Ini ranahnya dr. Esthika Dewiasty, Sp.PD, M.Sc, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri. Beliau adalah “Ahli Strategi” kesehatan lansia. Beliau akan melakukan review obat-obatan orang tua Anda, membuang yang tidak perlu, dan memperbaiki nutrisi agar stamina mereka kembali naik.
Baca Juga: Cuma Kurang Tidur 2 Jam, Imun Tubuh “Lenyap” 70%?
Jangan Tunggu Sampai Bedrest!
Lansia yang dibiarkan lemas akan berakhir bedridden (terbaring total). Sekali mereka terbaring lama, otot akan hilang, dan risiko kematian meningkat drastis.
Segera putus siklus lemas ini. Bawa orang tua Anda ke RS Permata Gunung Putri. Dengan kolaborasi Dokter Spesialis & Konsultan (Sub-spesialis) yang lengkap, kami siap mengembalikan senyum dan energi di masa emas orang tua Anda.
📞 Informasi & Booking
💬 WhatsApp: 0811-1011-1595
☎️ (021) 387 44451
🚑 Emergency: 0811-1011-1596
🌐 www.rspermatagunungputri.com
📍Jl tlajung udik, Bogor, Indonesia 16962









